Dapat Sembako Kejutan, Masyarakat Seginim Apresiasi Baksos Serentak Polri

  • Whatsapp
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN [JagaJarak] KOMPOLMAS — Bakti Sosial (Baksos) Polri dan Bhayangkari menuai apresiasi kalangan grassroot, khususnya kalangan ekonomi lemah dan rumah tangga miskin yang terdampak —tidak langsung— pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Pasalnya, Baksos digelar serentak se-Indonesia, Selasa (21/4/2020) ini, menyertakan poin giat kejutan berupa bantuan sembako yang belum pernah dilakukan kalangan pemerintah daerah sejak pandemi terjadi.

Read More

banner 728x90

Di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu misalnya, nama Kapolri Jenderal Idham Aziz sontak melejit viral melampaui popularitas bintang idola masyarakat pedesaan, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama —meski sudah lebih dulu dikenal beberapa dekade terakhir— setelah belasan anggota Polsek Seginim mendatangi kediaman puluhan rumah tangga miskin di wilayah tersebut.

Dipimpin langsung Kapolsek IPTU Tamsir, para abdi Tribrata ini menyerahkan bantuan sembako kepada warga tersebut, sembari menyampaikan salam Kapolri, Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu Selatan.

Meski sebagian warga penerima sempat bingung, namun akhirnya mereka percaya paket bantuan itu bukan prank apalgi hoax.

Pantauan Kompolmas di lapangan, saat menyerahkan bantuan tersebut tak henti-hentinya para polisi ini menyampaikan himbauan Kapolri terkait pencegahan penularan pandemi Covid-19.

Di Kecamatan Seginim, tercatat 22 penerima bantuan (sembilan desa), yakni :

  1. Muara Pulutan (2 KK)
  2. Muara Payang (2 KK)
  3. Durian Seginim (2 KK)
  4. Banding Agung (2 KK)
  5. Pajar Bualan (5 KK)
  6. Dusun Tengah (3 KK)
  7. Babatan Ilir (2 KK)
  8. Dusun Baru (2 KK)
  9. Tanjung Agung (2 KK)

Tak sampai dua jam kemudian, giat bagi-bagi sembako Polri ini menjadi buah bibir di kecamatan berjuluk lumbung pangan Bengkulu Selatan ini. Khalayak menilai, bantuan ini membuktikan Polri lebih nyata berperan di tengah pandemi.

“Memang saat ini Seginim belum paceklik pangan. Tapi sendi-sendi usaha umumnya sudah mulai berat bergerak. Sebentar lagi dampaknya sangat terasa bagi kalangan buruh tani dan pekerja harian. Polri masuk lebih dulu, ini luar biasa,” ungkap salah satu kerabat penerima bantuan asal Desa Babatan Ilir, Selasa (21/4) siang.

Warga Desa Durian yang keluarganya menjadi salah satu penerima bantuan melontarkan pandangan serupa. Dia membandingkan Baksos “senyap” ini dengan program pemerintah daerah yang hingga kini belum berwujud meski sudah hampir sebulan digembar-gemborkan.

“Terima kasih Pak Kapolri, Pak Kapolda dan Pak Kapolres, kirimannya sudah kami terima. Cukup itu relatif, yang penting ini nyata,” pungkasnya.[tim/TundaMudik]

banner 728x90

Related posts

banner 728x90